Selasa, 08 Januari 2013

RIUHAN RINDU




Aku masih tersenyum manis hingga tiba dirumah setelah berjumpa dengannya, Tante Arsya Andita Gie Pamela. Itulah nama lengkapnya. Walaupun pertemuan  ini adalah yang kesekian kalinya aku bertemu, namun betapa  hatiku sangat tenang, damai dan menyenangkan jika teringat senyuman dan tutur katanya yang begitu bijaksana. Beliau orang yang ramah, cantik, tinggi, mancung, cerdas dan seksi serta berjiwa keibuan. Meski dia mengaku belum menikah diusianya yang hampir 38 tahun. Entah apa alasannya, aku pun tak begitu penasaran. Beliau juga mengaku mengenal mamah. Tapi aku tak pernah tahu kapan dia pernah mengenal mamahku. Karena namanya tak ada  dideretan semua nama teman-teman mamah yang ku kenal,
Aku seorang gadis berusia 15 tahun. Saat ini aku baru menduduki bangku Sekolah Menengah Atas di SMA N 1 Kandanghaur. Keluarga memanggilku dengan nama “Amel”. Dan teman-teman biasa memanggilku “Oddy” padahal nama ku Melody byde rohmani. Mungkin panggilan itu diambil dari dua suku kata terakhir nama awalku “lo-dy” dan membuang huruf L-nya.
Setelah ku masuki halaman rumah, kudapati mamah yang sedang duduk di ayunan dekat kolam ikan dengan membaca komik kesukaanya “Detective Conan” seri ke- 48 dan itu yang kesekian kalinya ia mengulang untuk membacanya. Terlihat bosan di mataku, namun itulah yang dapat dilakukannya untuk mengobati kegundahan hati paska di tinggal ayah yang tanpa basa basi meninggalkan kami hingga kini entah dimana. Saat itu aku masih kelas 5 SD dan terdengar di telingaku kalau ayah itu terlalu melankolis untuk menjadi seorang pria. Dan tak sanggup menghadapi sikap mamah yang keras bak lelaki.
Ku dekati dia, ku ucapkan salam dan kucium tangannya. Namun, tak ada pertanyaan yang dilontarkan sebagai rasa kekhawatirannya padaku walau aku pulang hingga selarut ini. Dan sepertinya selalu begitu. Aku seakan hanya seorang diri tinggal dirumah yang megah walau sebenarnya aku ditemani mamah, nenek dan mbok Niyem pembantu rumah ini.
Kali ini nenek sudah tidur. Dan jika saja dia tahu aku pulang lewat dari jm8 malam pasti dia yang akan memarahiku karena aku cucu satu satunya dalam keluarga besar Rohmani. Yah, Rohmani adalah nama almarhum kakek tercinta yang sangat tampan nan rupawan.
Sejenak kurebahkan badanku diatas tempat tidur sembari memandang photo kecilku saat bersama ayah dan ibu. Dan tanpa terasa keharuan kurasakan, betapa aku merindukan ayah yang dulu sangat memanjakanku. Beliau gagah, tampan dan sangat mirip denganku. Jika saja aku ikut dengannya saat beliau pergi. Mungkin aku tak akan tertekan dengan sikap mamah yang selalu acuh bahkan tak peduli dengan keadaanku. Ia hanya memberiku materi yang tak aku butuhkan, karena kasihsayangnyalah yang aku rindukan. Lalu hingga saat ini mamah hanya peduli dengan perasaannya saja yang sedih ditinggal ayah.
“kalau kamu mau, tinggal saja dirumah tante... Kamu bisa lakuin apa saja yang kamu mau sayang” tiba tiba saja ada sms masuk dari Tante Arsya disaat kupandangi photo keluargaku. Ku tarik nafasku dalam dalam dan ku hembus lepas untuk menenangkan pikiranku sejenak. Aku tak membalasnya. Alasanku simpel, bingung mau balas apa. Lalu, ku coba memejamkan mata dan membayangkan pertemuan pertamaku dengannya yang tak terduga.
Saat itu, dikala senja menyapa alam. Debur ombak menerpa batu karang dan desir angin mengalun bagai lagu terlembut yang kudengar. Aku dan beberapa teman dekatku sedang bermain dan bercanda bersama di pantai Utara Eretan yang lumayan indah. Tertawa, berphoto dan berlari saling mengejar satu sama lain. Hingga akhirnya saat ku berlari dengan posisi mundur aku menabrak seorang wanita yang bagiku sangat cantik. “maaf tante” ucapku menunduk malu. Namun aku terkejut saat kudongakkan wajahku dan memberanikan diri menatap wajahnya. Dia memandangku tajam, dan mendekatiku dengan jarak lebih dekat 10 cm lalu memegang pipiku. “Melody Byde Rohmani” ucapnya pelan. Aku bingung dan hanya terdiam. Terlihat teman-temanku mendekati kami berdua dan hanya menonton saja layaknya menyaksikan adegan pertemuan yang sudah lama terpisah.
“tante kenal aku?”  tanyaku basa basi.
“Kamu anaknya ibu Zuchaida Rohmani dan bapak Rosyad alfaima kan? Tinggalmu masih di desa Bugel, Sukahaji?” diapun balik bertanya sembari melepaskan tangannya dari wajahku.
“tante kenal orang tuaku?” akupun bertanya lagi
“aku hanya kenal mamahmu, dekat” tuturnya menunduk
Seperti masuk dalam dunia sinetron. Aku hanya mengangguk dan meminta maaf untuk kembali bermain bersama teman-temanku. Namun ia mencegahku dan malah mengajak kami semua untuk makan Ikan Bakar Etong di kafe pantai terdekat bersama-sama. Ia yang sedang bersama teman perempuannya tante Nugi, menghabiskan waktunya untuk berbagi cerita di pantai Eretan itu bersama kami. Setelah itu, ia meminta nomor hpku. Alasannya, ia ingin mengenalku lebih dekat.
Di benakku, terbesit banyak pertanyaan tentangnya. Siapa dia? Benarkah dia itu teman mamah? Namun tak sempat kutanyakan karena mamah begitu acuh padaku hingga sampai saat ini mamah tak tahu kalau aku sering bertemu dengan Tante Arsya yang mengenalnya. Lagi pula, untuk apa kutanyakan ini. Toh kenyataanya, tante lebih mengerti aku dibandingkan mamah sebagai orangtuaku sendiri.
Keesokan harinya, di pagi hari minggu yang indah nan sejuk. Aku bergegas untuk bersiap siap pergi ke pantai Eretan lagi. Aku janji untuk bertemu tante Arsya hari ini ditempat biasa. Dia sudah memesan tempat untuk bertemu dan siap mendengarkan semua cerita ku. Kemarin saja dia memberiku cerita lucu tentang seorang wanita yang ingin berubah menjadi setangkai mawar merah berduri. Bunga yang diinginkan oleh banyak orang karena keindahan dan sebagai simbol rasa cinta dan kasih sayang. Dan durinya adalah kekuatan untuk melindungi diri dari siapa saja yang ingin memetiknya. Namun, usaha wanita tersebut tak berha  sil walau ia sudah menempelkan banyak kelopak bunga mawar ditubuhnya dan menyiramnya setiap hari. Tak terbayangkan olehku, betapa bodohnya wanita itu. Pikirku dan tersenyum.
Sesampainya di pantai Eretan, Tante sudah menungguku dikafe biasa. Dan kali ini tante membawa setangkai mawar merah segar yang terlihat baru saja di petik. Ternyata bunga itu untuk aku. Dan ku ucapkan terima kasih karena mawarnya sangat Indah. Tante pun berkata kalau sebenarnya, yang ingin menjadi bunga mawar itu adalah dirinya. Dia ingin menjadi mawar yang segar, berduri dan menjadi bunga kesayangan malaikat kecil seperti aku. Jika bunga itu selalu segar berarti dia sangat menyayangi malaikat kecil itu dan begitupun jika layu, berarti dia tak peduli apapun padanya. Betapa terharunya aku, dan juga merasa lucu karena ada seseorang yang ingin berubah menjadi setangkai bunga mawar merah nan segar. Kemudian, tante pun memberiku sebuah poster “L” salah satu karakter di film Death Note yang sangat aku suka. Semuanya membuatku terkejut. Dari siapa dia tahu semua ini. Siapa dia sebenarnya? Mengapa dia seperti sosok bidadari yang tiba-tiba muncul dihadapanku, tahu apa yang kumau, mengerti apa yang aku rasakan. Siapa kamu tante? Siapa? Gumamku dalam hati. Ternyata tante tahu semua itu dari mamah.
Rasa khawatir pun mucul. Apakah tante bercerita kepada mamah kalau aku suka mengeluhkan sikapnya selama ini dari belakang. Tapi hal itu tante pungkiri, karena dia justru memujiku didepan mamah, katanya. Tante pun malah menasehatiku untuk tetap sayang, menjaga dan mengerti keadaan mamah. Karena dia merasa bersalah selama ini kepadaku.
Aku merasa renyuh, setelah mendengar fakta yang terungkap dari tante. Haruskah aku percaya pada dia yang baru ku kenal? Dia bilang mamah tak pernah menginginkanku lahir. Tapi ayah, nenek dan almarhum kakek menginginkanku lahir. Itulah satu satunya alasan mengapa ia tak menggugurkan aku seperti halnya yang dia lakukan kepada dua calon kakakku yang tak sempat lahir.
Kemarahanku memuncak saat dia bilang kalau ayahku pergi karena mamahku yang menginginkan kepergian itu. Tante mendekatiku, memelukku penuh keharuan. Kurasakan belaian tante yang hangat. Tuhan, kenapa bukan tante arsya saja yang menjadi ibuku. Lalu, ku putuskan untuk tinggal bersama tante di Jakarta dan berangkat pukul 3 sore ini.
Ku tenangkan hatiku, ku seka air mata yang sedari tadi mengalir. Aku bergegas pulang ke rumah dan segera berkemas. Mamah dan Nenek kaget melihat apa yang ku lakukan. Nenek pun bertanya apa yang sedang terjadi. Dan ku jawab singkat mau ikut camping bareng teman teman di Jakarta. Tapi mamah tak bertanya apapun kepadaku. Dia malah beranjak dan pergi entah kemana. Kubiarkan apa yang mamah lakukan. Toh setelah ini aku akan hidup dengan mamah baruku di Jakarta.
Seusai berkemas aku berpamitan dengan nenek dan mbok Niyem. Aku duduk di teras depan menunggu jemputan tante Arsya dengan mobilnya sembari menciumi bunga mawar merah pemberiannya. Aku tak menemukan mamah didalam rumah, mungkin dia sedang ke warung sebentar. Pikirku.
Dan tak lama kemudian, mamah datang bersama tante Arsya. Lagi lagi aku dikejutkan. “kok datang berdua?” mamah tak menjawab pertanyaanku. Beliau malah masuk ke dalam rumah. Aku memandang tante Arsya, beliau mengisyaratkan aku untuk berbicara dengan mamah terlebih dahulu sebelum pergi. Aku pun menyusul mamah kedalam. Kudapati mamah duduk terdiam diatas sofa ruang tamu dengan posisi menunduk. Ku beranikan diri bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Lalu tanpa basa basi mamah mengatakan “Arsya itu, Rosyad Ayah kamu Mel” “apa?” aku terkejut lagi. Terlebih pengakuan itu di iyakan oleh tante arsya yang berdiri di pintu masuk “iya mel, aku ini... ayahmu. Aku bertransgender dan merombak semua penampilanku dengan operasi plastik di thailand selama aku pergi meninggalkan kalian” geram, aku sangat geram. Ku dorong tante arsya yang lebih tepatnya  adalah ayahku, Rosyad. Dia terjatuh dan dadanya membentur sudut meja kaca yang ada di teras rumah. Aku tak peduli keadaanya. Aku berbalik menuju kamarku tapi aku mendengar teriakan mamah dan nenek “Ya allah!!!!” aku pun kembali melihat. Dan.. Miris.. menyedihkan. Ayah mendadak pucat, badannya membiru. Mamah dan nenek segera mencari bantuan. Tapi terlambat. Ayah sudah tiada. Silikon yang di pasang di buah dada robek akibat tersangkut sudut meja kaca yang lancip. Racunnya menyebar cepat keseluruh tubuhnya.  Aku tak menyangka tanganku dapat mematikan seseorang yang sangat aku cintai walau ia mengecewakan.
Aku mengasingkan diriku didalam kamar hingga pemakaman ayah selesai. Aku mendengar desas desus masyarakat yang tak henti membicarakan keluarga kami. Katanya, Ayah dikuburkan sebagai seorang lelaki meski jasadnya seorang wanita. Katanya, ayah meninggal karena jatuh terpeleset. Katanya.... katanya.... Tuhan, aku harus bagaimana?? Keluargaku mengarang cerita tentang kematian ayah. Aku takut keluar kamar. Aku takut melihat keluargaku. Tapi aku ingin melihat tempat terakhir ayah. Bagaimana ini? Aku tak kuasa membendung airmataku yang deras mengalir bak curah hujan. Aku gusar. Kupecahkan semua yang ada di atas meja belajarku. Kemudian ku melihat bunga mawar yang layu pemberian ayah yang terpental di sudut pintu. Aku memungutnya. Kuciumi walau tak seharum tadi pagi.
Berhari hari aku mengurung diri dikamar. Tanpa melakukan aktifitas apapun selain memandang, memeluk dan mencium bunga mawar pemberian ayah yang sudah kering. Penyesalanku tiada arti. Beliau telah tiada. Mamah dan nenek tak henti hentinya mengetuk pintu kamarku. Namun tak ku hiraukan. Jika saja aku tak mendorong. Lagi lagi aku menangis.
Hari ini hari ke 7 paska kematian ayah. Tepat ba’da subuh Ku beranikan diri untuk pergi melihat tempat tinggal terakhir ayah. Ku tancapkan mawar merah kering didekat nisannya. Ku dekap gundukan tanah yang menutup jasadnya. Ku menangis dan menyesali semua yang terjadi. Ku panjatkan doa-doa pengampunan atas semua kesalahan aku dan ayahku. Ku pejamkan mata dan berpasrah untuk semua yang terjadi. Ku katakan aku menyesal dan sangat mencintai ayah. Aku hanyut dalam renungan dan kidung doa yang kulantunkan bersama rembesan air mata yang tek henti hentinya mengalir. Tak lama dalam pejamku. Aku melihat sinar terang membalut tubuhku, aku merasa damai didalamnya. Merasa sedang berkomunikasi dengan sesuatu yang aku tak tahu. Aku tersenyum seakan melihat wajah ayah yang tersenyum. Dan kurasakan seseorang mengoyang goyangkan tubuhku. “mel! Mel!bangun!” itu suara mamah. Lalu aku terbangun dan terkejut melihat hari sudah mulai malam. ternyata aku tertidur sepanjang hari di makan ayah. Mamah dan nenek mencariku setelah tahu aku tidak ada di kamarku. Aku pun menjadi lebih terkejut ketika kusadari mawar kering yang ku tancapkan didekat nisan ayah itu merekah indah, terlihat segar meski malam. “kamu tidak apa-apa mel” tanya nenek. Aku mengangguk dan mengajak pulang. Aku tahu cinta ayah begitu besar padaku. Ia menjelma menjadi bunga mawar seperti yang ia impikan. Dan ternyata, ibu ingin ayah pergi untuk mencari jati dirinya yang sejati.

Jumat, 19 Oktober 2012

Tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umur akhirnya tertangkap

SUMBER – Anggota Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Cirebon berhasil menangkap SL (21) warga Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pelaku yang diduga melakukan perkosaan terhadap NF (13) bocah kelas VI Sekolah Dasar (SD).
Tersangka SL ditangkap ketika, polisi berpakaian preman mendatangi dan menggerebek rumah tersangka di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Selasa malam (4/9) sekitar pukul 09.00. Saat ditangkap, tersangka sedang istirahat di dalam rumah. Tanpa perlawanan, polisi kemudian menggelandang tersangka ke Mapolres Cirebon guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Cirebon AKBP H Hero Henrianto Bachtiar SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKP Rohadi SIK melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Cirebon Aiptu Dudu kepada Radar Cirebon membenarkan pihaknya telah menahan tersangka SL. “Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya dan melaporkan kejadian itu ke Polres Cirebon. SL akan dikenakan pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal 287 KUHP yang berbunyi barangsiapa bersetubuh dengan wanita di luar perkawinan (perkosaan), padahal korbannya masih berumur belum lima belas tahun,” ungkapnya.
Sebelumnya, unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Cirebon juga telah berhasil menangkap tersangka PW (18) seorang pelajar warga Desa/Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon yang dilaporkan telah memperkosa NA (13) bocah kelas VI SD masih tetangga tersangka.
Seperti diberitakan Radar Cirebon, dua orang siswi beda desa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cirebon, diduga diperkosa oleh tetangganya sendiri. Dua pemuda melakukan aksi bejat di hari dan tempat yang berbeda. Orang tua kedua bocah tersebut mendatangi Mapolres Cirebon untuk mengadu karena anaknya mengaku telah diperkosa oleh SL dan PW. Korban yakni NA (13) dan NF (13), siswi kelas VI SD.

Jumat, 07 September 2012

tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umur akhirnya tertangkap

SUMBER – Anggota Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Cirebon berhasil menangkap SL (21) warga Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pelaku yang diduga melakukan perkosaan terhadap NF (13) bocah kelas VI Sekolah Dasar (SD).
Tersangka SL ditangkap ketika, polisi berpakaian preman mendatangi dan menggerebek rumah tersangka di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Selasa malam (4/9) sekitar pukul 09.00. Saat ditangkap, tersangka sedang istirahat di dalam rumah. Tanpa perlawanan, polisi kemudian menggelandang tersangka ke Mapolres Cirebon guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Cirebon AKBP H Hero Henrianto Bachtiar SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKP Rohadi SIK melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Cirebon Aiptu Dudu kepada Radar Cirebon membenarkan pihaknya telah menahan tersangka SL. “Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya dan melaporkan kejadian itu ke Polres Cirebon. SL akan dikenakan pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal 287 KUHP yang berbunyi barangsiapa bersetubuh dengan wanita di luar perkawinan (perkosaan), padahal korbannya masih berumur belum lima belas tahun,” ungkapnya.
Sebelumnya, unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Cirebon juga telah berhasil menangkap tersangka PW (18) seorang pelajar warga Desa/Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon yang dilaporkan telah memperkosa NA (13) bocah kelas VI SD masih tetangga tersangka.
Seperti diberitakan Radar Cirebon, dua orang siswi beda desa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cirebon, diduga diperkosa oleh tetangganya sendiri. Dua pemuda melakukan aksi bejat di hari dan tempat yang berbeda. Orang tua kedua bocah tersebut mendatangi Mapolres Cirebon untuk mengadu karena anaknya mengaku telah diperkosa oleh SL dan PW. Korban yakni NA (13) dan NF (13), siswi kelas VI SD.

Selasa, 28 Agustus 2012

mentri BUMN ikuta membersihkan WC

detik.com
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan bertolak ke Surabaya sore ini memakai pesawat yang akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelum berangkat, mantan Direktur Utama PLN ini sempat-sempatnya ikut membersihkan kamar kecil di Terminal 2 F. Hal itu dilakukan Dahlan sebelum berangkat ke Surabaya memakai penerbangan pukul 14.59 WIB.

"Ada acara di Surabaya mas. Nanti malam langsung kembali ke Jakarta," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Faisal Halimi kepada detikFinance, Selasa (28/8/2012).

Awalnya, Dahlan hanya bersih-bersih sendirian. Namun, petugas kebersihan setempat sempat melihat aksi Dahlan dan akhirnya ikut membantu sang menteri perusahaan plat merah itu.

"Awalnya beliau sendiri karena lihat kotor. Terus petugas ikutan juga karena lihat menterinya yang bersihkan," tambah Faisal.

Kata Faisal, Dahlan juga sempat marah gara-gara melihat lantai yang kotor tersebut. "Enggak ada gunanya petugas jemput saya kalau lantai dan bandaranya jorok," kata Faisal menirukan Dahlan.

Dalam foto yang didapat detikFinance, Dahlan yang menggunakan kemeja putih dan celana hitam itu terlihat membungkuk membersihkan lantai WC. Dua petugas kebersihan juga tampak membantu Dahlan.(men/dtk.com)
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan bertolak ke Surabaya sore ini memakai pesawat yang akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelum berangkat, mantan Direktur Utama PLN ini sempat-sempatnya ikut membersihkan kamar kecil di Terminal 2 F. Hal itu dilakukan Dahlan sebelum berangkat ke Surabaya memakai penerbangan pukul 14.59 WIB.

"Ada acara di Surabaya mas. Nanti malam langsung kembali ke Jakarta," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Faisal Halimi kepada detikFinance, Selasa (28/8/2012).

Awalnya, Dahlan hanya bersih-bersih sendirian. Namun, petugas kebersihan setempat sempat melihat aksi Dahlan dan akhirnya ikut membantu sang menteri perusahaan plat merah itu.

"Awalnya beliau sendiri karena lihat kotor. Terus petugas ikutan juga karena lihat menterinya yang bersihkan," tambah Faisal.

Kata Faisal, Dahlan juga sempat marah gara-gara melihat lantai yang kotor tersebut. "Enggak ada gunanya petugas jemput saya kalau lantai dan bandaranya jorok," kata Faisal menirukan Dahlan.

Dalam foto yang didapat detikFinance, Dahlan yang menggunakan kemeja putih dan celana hitam itu terlihat membungkuk membersihkan lantai WC. Dua petugas kebersihan juga tampak membantu Dahlan.(men/dtk.com)
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan bertolak ke Surabaya sore ini memakai pesawat yang akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelum berangkat, mantan Direktur Utama PLN ini sempat-sempatnya ikut membersihkan kamar kecil di Terminal 2 F. Hal itu dilakukan Dahlan sebelum berangkat ke Surabaya memakai penerbangan pukul 14.59 WIB.

"Ada acara di Surabaya mas. Nanti malam langsung kembali ke Jakarta," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Faisal Halimi kepada detikFinance, Selasa (28/8/2012).

Awalnya, Dahlan hanya bersih-bersih sendirian. Namun, petugas kebersihan setempat sempat melihat aksi Dahlan dan akhirnya ikut membantu sang menteri perusahaan plat merah itu.

"Awalnya beliau sendiri karena lihat kotor. Terus petugas ikutan juga karena lihat menterinya yang bersihkan," tambah Faisal.

Kata Faisal, Dahlan juga sempat marah gara-gara melihat lantai yang kotor tersebut. "Enggak ada gunanya petugas jemput saya kalau lantai dan bandaranya jorok," kata Faisal menirukan Dahlan.

Dalam foto yang didapat detikFinance, Dahlan yang menggunakan kemeja putih dan celana hitam itu terlihat membungkuk membersihkan lantai WC. Dua petugas kebersihan juga tampak membantu Dahlan.

Akun Facebook milik sultan kanoman XIV di bajak


Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat
LEMAHWUNGKUK,  Akun di jejaring sosial Facebook milik Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon dibajak orang yang tidak bertanggung jawab.
Sultan Arief menuturkan akun Facebook miliknya dengan nama ARIEF NATADININGRAT terus memperbaharui status di dinding akun. “Ini terjadi kedua kalinya,” ungkapnya, Selasa (28/8).
Yang pertama dibajak, jelas Arief, akun FB keraton Kasepuhan Cirebon. Pembajak mengambil alih dan mengendalikan akun tersebut, dengan memanfaatkan akun chating, dan menchating setiap pertemanan yang online dan meminta pulsa dengan atas nama akun keraton kasepuhan.
Pihaknya berusaha mengembali akun FB keraton Kasepuhan Cirebon dan akhirnya bisa dinonaktifkan akun tersebut.
“Sekarang dengan modus yang sama masuk ke akun FB arief natadiningrat,” paparnya.
Padahal kata Arief, pasword dan lain-lain sudah kami persulit, agar tidak dapat dibajak, ternyata bobol juga. Pihaknya menghimbau agar para pembobol untuk tidak menyalahgunakan akun orang lain untuk kepentingannya sendiri. Karena merugikan dan memalukan pihaknya.
“Bagi pemilik akun Facebook yang telah berteman dengan akun dengan nama ARIEF NATADININGRAT diharapkan tidak dilayani, karena sudah tidak terkendali,” katanya.
Terkait dengan hal tersebut, dirinya juga telah melakukan pemberitahuan terkait pembajakan akun Facebook miliknya melalui status privat message (PM) blackberry, agar yang telah menjalin pertemanan dengannya di jejaring sosial Facebook tidak terkecoh.
Saat ditanyakan lebih jauh mengenai langkah apa yang akan dilakukan menindaklanjuti pembajakan yang menimpa dirinya, pihaknya enggan berkomentar lebih lanjut. (Rohman)

curanmor di amuk massa hingga babak belur


PLERED- Andriyanto alias Bujal alias Boled (26) berurusan dengan polisi, Jumat (24/8). Warga Desa Trusmi Kulon, Blok Kebon Asem, RT 16 RW 04, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, ini diamuk massa setelah kepergok membawa kabur motor Yamaha Vega ZR nopol E 2150 LV. Motor itu diketahui milik Jaedin (49), seorang PNS warga Desa Wotgali, Blok Pekupatan, Kecamatan Plered.
Data yang dihimpun , sekitar pukul 05.30 korban memarkir motornya di pinggir jalan Desa Trusmi Kulon, Blok Kebon Asem. Rupanya korban lupa, saat memarkirkan sepeda motornya kunci masih menggantung di stang.
Tersangka yang saat itu sedang berjalan kaki seorang diri melihat motor dengan masih kunci menempel. Dengan mudah dia membawa kabur motor tersebut. Korban yang mengetahui motornya dicuri, langsung berteriak meminta pertolongan warga.
Pengejaran pun dilakukan. Belum jauh dari TKP, tersangka berhasil ditangkap. Kesal dengan ulah sang residivis ini, warga langsung mengeroyoknya hingga bonyok dan nyaris tewas. Beruntung nyawa tersangka dapat diselamatkan oleh petugas Polsek Plered yang tiba di lokasi kejadian. Beserta barang buktinya, tersangka yang wajahnya sudah babak belur itu kemudian digelandang ke Mapolsek Plered guna menjalani pemeriksaan.
Ditemui wartawan di Mapolsek Plered, tersangka mengaku tidak menyesali perbuatannya dan senang masuk penjara. “Karena sudah pernah masuk penjara, makanya saya nggak menyesal. Masih untung masuk penjara daripada mati diekroyok orang,” jawabnya enteng. Tersangka juga mengaku sudah melakukan beberapa kali aksi pencurian di Kabupaten Cirebon.
“Waktu itu saya pernah berhasil mencuri sepeda motor Honda Supra X di daerah Watubelah dan saya jual ke teman. Tapi waktu mencuri tabung gas, saya pernah ditangkap Polsek Sumber, tapi dipenjara cuma dua hari karena sudah damai sama polisinya,” katanya.
Kapolres Cirebon AKBP H Hero Henrianto Bachtiar SIK MSi melalui Kapolsek Plered AKP H Tutu Mulyana SH mengatakan bahwa tersangka merupakan pemain lama dalam kasus pencurian sepeda motor. “Untung saja saat kejadian anggota datang ke lokasi dengan cepat, kalau tidak bisa tewas di tangan warga. Dia akan dijerat dengan pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan,” ungkapnya.(rohman) 

si jago merah ludeskan 2 Bengkel dan 1 warung bubur


PANGENAN – Dua bengkel dan satu warung bubur di Desa Rawaurip blok Manis RT 03 RW01, Kecamatan Pangenan, terbakar, Senin (27/8). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 itu. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Keterangan dihimpun Radar, awalnya Dori (47) tukang becak warga setempat melihat api dari sebuah bengkel las milik Wagini (38) yang sedang tutup. Karena tiupan angin cukup kencang, api makin membesar lalu membakar warung bubur milik Siti Fatimah dan bengkel motor milik Samsuri (45) yang terbuat dari bilik.
Warga berusaha memadamkan dengan alat seadanya. Namun, karena api cukup besar, usaha tersebut sia-sia. Api berhasil dipadamkan dua jam kemudian setelah satu unit mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon tiba di lokasi kejadian.
Petugas dari Polsek Pangenan dipimpin langsung Kapolsek AKP Jufrini segera memasang garis polisi di guna melakukan olah TKP mencari penyebab pasti kebakaran.
Menurut Jufrini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Karena sumber api berasal dari bawah, bukan dari atap. Kalau dari atap bisa diduga akibat arus pendek. “Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi, termasuk pemilik bangunan yang terbakar,” jelasnya.(Rohman)

Kamis, 12 Juli 2012

Sembilan Sindikat Ganja Digulung Polisi


SUMBER – Sindikat pengedar ganja digulung Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon dengan menangkap 9 tersangka. Kesembilan tersangka tersebut ditangkap polisi di tempat dan waktu yang berbeda.
Pertama, tersangka yang ditangkap adalah Misnen (34) warga Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon yang berperan sebagai pengedar dan Yadi Suryadi (30) warga Blok Karangmulya, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon sebagai bandar. Dari tangan tersangka, polisi menyita daun ganja kering siap edar sebanyak 2 kg.
Terbongkarnya kasus ini berawal dari penangkapan tersangka Misnen di Jl Raya Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (08/6). Saat digeledah, dari saku celananya, polisi menemukan paket kecil berisi enam linting ganja siap pakai. Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku barang diperoleh dari tersangka Yadi Suryadi. Dari penangkapan tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan.
Polisi seketika itu pula mendatangi dan menggerebek rumah tersangka Yadi Suryadi di Blok Karangmulya, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Tanpa perlawanan, polisi berhasil menangkap tersangka Yadi. Saat rumah tersangka digeledah, petugas berhasil mengamankan sebanyak 2 kg ganja kering yang dikemas dalam satu paket besar, 6 paket sedang dan 10 paket kecil. Beserta barang buktinya, tersangka digelandang ke Mapolres Cirebon.
Kepada kami, tersangka Yadi mengaku ganja tersebut dia peroleh dari temannya di Jakarta bernama Gomes. Paket ganja tersebut kemudian dikirim lewat kurir dan dia ambil di Terminal Harjamukti, Kota Cirebon. “Barang tersebut saya dapat dari teman kerja saya waktu di Jakarta dulu. Awalnya saya pesan satu garis, kemudian satu batu dan terakhir saya pesan dua batu,” ujarnya.
Selain tersangka Yadi dan Misnen, di tempat terpisah polisi juga menggulung kelompok sindikat ganja lainnya yakni Alex (20), Rahmat Hidayat (20) dan Dodi (20) keduanya warga Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon dan Susanto (32) warga Desa Bojong Wetan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.
Keempat orang tersebut ditangkap Kamis (07/6) yang berawal dari penangkapan tersangka Alex oleh polisi di depan Toserba Griya Jamblang, Kabupaten Cirebon. Dari tersangka Alex polisi menyita 1 paket ganja kering senilai Rp700 ribu di saku celana jeans tersangka. Dari situlah, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka lainnya.
Kelompok lainnya yang juga berhasil digulung yakni Edi Hidayat(36), Nandi(30) dan Zul Kifli(27) yang kesemuanya tercatat sebagai warga Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Minggu (10/6). Awalnya, polisi menangkap tersangka Edi Hidayat di depan Hotel Patapan, Jl Raya Gronggong, Kabupaten Cirebon. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 1 amplop paket hemat seharga Rp100 ribu. Dari pengakuan tersangka, barang tersebut diperoleh dari tersangka Nandi. Berdasarkan keterangan tersebut polisi dengan cepat menangkap Nandi di rumahnya. Bagaikan gayung bersambut, tersangka Nandi mengaku kalau barang tersebut milik tersangka Zulkifli.
Tanpa waktu lama, Zulkufli juga berhasil ditangkap. Saat diperiksa, Zulkifli mengaku membeli dan mendapatkan barang haram tersebut dari seorang narapidana penghuni Rutan Kuningan bernama Rizal. Guna proses hukum lebih lanjut, kesembilan sindikat pengedar ganja yang digulung Satuan Narkoba Polres Cirebon kini meringkuk di ruang tahanan Mapolres Cirebon.
Kapolres Cirebon AKBP Hero Henrianto Bachtiar SIK MSi melalui Kasat Narkoba AKP Hartono didampingi KBO Narkoba Aiptu Jarir mengatakan kepada kami di ruanganya, kamis (12/7). Bahwa pengungkapan dan penangkapan terhadap sindikat peredaran ganja kering tersebut hasil kerja keras anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon dilapangan. “Kami terus bertekad untuk memerangi dan memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Cirebon. Mereka yang kami tangkap ini disinyalir merupakan jaringan besar peredaran narkoba di Kabupaten Cirebon. Dan mereka merupakan target operasi kami selama ini,” jelas Hartono. (Rohman)

Selasa, 10 Juli 2012

elf terjungkil beberapa penumpang luka parah

ASTANAJAPURA- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jl Raya Kanci, Kabupaten Cirebon, kemarin (3/7). Akibatnya, delapan orang penumpang angkutan umum jenis Elf jurusan Cirebon-Babakan mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
ASTANAJAPURA- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jl Raya Kanci, Kabupaten Cirebon, kemarin (3/7). Akibatnya, delapan orang penumpang angkutan umum jenis Elf jurusan Cirebon-Babakan mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kecelakaan sekitar pukul 13.00 itu bermula saat Elf bernopol E 7607 MA yang sarat penumpang tersebut melaju kencang dari arah Mundu menuju Losari. Saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba ban depan sebelah kanan pecah.
Karena sang sopir tak dapat menguasai kendaraan, kemudian oleng ke kiri dan menabrak mobil dump truck nopol E 9054 MA yang sedang bongkar muatan pasir di pinggir jalan depan rumah warga. Kemudian, Elf terbalik dan menyeret dump truck pasir itu sejauh 5 meter. “Mobil itu kelihatan kenceng, lalu ban depannya pecah dan terbalik setelah menabrak truk yang sedang parkir sampai terseret 5 meter ke tengah jalan. Penumpang di dalam elf berteriak minta tolong, beberapa di antaranya mengalami luka serius,” ujar Wahyu, warga setempat yang mengetahui peristiwa tersebut.
Sementara data di RS Pelabuhan menyebutkan, korban yang hanya menjalani rawat jalan antara lain Deden Abdu Rafi (11) warga Leuwunggajah, Pabuaran, Kabupaten Cirebon, dan Abdulkarim (53), warga Gebangudik, Gebang. Sementara korban yang harus menjalani perawatan intensif karena luka yang sangat serius berjumlah enam orang. Mereka antara lain Sobana (40) warga Gebangudik, Cahyadi (24) warga Desa Ambit, Kecamatan Waled, Rumyani (54) warga Pabuaran Wetan, Inah (60) warga Desa Bojong, Kecamatan Gebang, Mirza Puteri Hutami (20) warga Pabuaran Kidul, dan Keni (35) warga Bojong.
Sedangkan Kapolres Cirebon, AKBP Hero Henrianto Bachtiar SIK MSi melalui Kanit Lakalantas Iptu Didi mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. “Dugaan sementara akibat pecah ban, namun kami masih melakukan penyelidikan. Kami juga belum mendapat data identitas sopir Elf ini karena menjalani perawatan di RS Pelabuhan,” ungkap Didi. (rdh/den

Narkotika Jenis Sabu Ditemukan Didalam Lapas



SUMBER,(FC) – ditemukanya barang terlarang  narkotika jenis sabu seberat 5 gram dilembaga permasyarakatan (lapas) gintung,  sangat miris yang seharusnya mejadi tempat rehabilitas para narapidana dan dijaga ketat tetap saja petugas  kecolongan dengan pengunjung yang membawa barang haram tersebut (1/4)

Aksi Saling Dorong Antara Satpol PP Dan Massa



SUMBER, (FC).- puluhan massa yang bergabung dari kalangan Forum Mahasiswa Suropati dan Aliansi Masyarakat Tegalgubung, menagih Janji kepada Cipta Karya terkait  pembokaran Los-Los yang tak berijin,  didepan Dinas Cipta Karya hingga terjadinya saling dorong dengan Satpol PP, Kamis (19/4), sekitar pukul 12:10
Aksi demo bertujuan untuk menagih  janji dan menunggu keputusan  dari pihak dinas cipta karya dan tata ruang (DCKTR) kabupaten Cirebon yang sangat lambat dalam kinerjanya, sepanjang orasi monstran menyerukan yel-yel yang mengecam ketidakberpihakan pihak terkait yang menurut mereka tidak berpihak kepada rakyat kecil. Selain melakukan meneriakkan yel-yel, dan para pengunjuk rasa ini melakukan orasi dan membakar ban didepan pintu gerbang Dinas Cipta Karya juga massa menorobos masuk kedalam kantor hingga tejadinya saling dorong deng petugas Satpol PP.
Menerut salah seorang kordinator lapangan aksi, Ahmad Fasichan atau yang kerap disapa Ichan  dalam orasinya dia menyatakan rasa kecewanya terhadap dinas cipta karya dan tata ruang (DCKTR) yang kembali membuat keputusan sangat lambat untuk pembongkaran 40 los-los liar dan tak berijin di pasar sandang tegalgubuk, padahal, kami jauh-jauh hari sudah menempuh sesuai dengan petunjuk dari DCKRT untuk mekanisme pembokaran, jelas terdapat tandatangan dari pedagang, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan surat dari pimdes tegalgubug bahwa ini betul sekali 40 los tersebut liar dan tak memiliki surat ijin dan harus segera dibongkar, dan massa dapat peryataan dari pa aan ketika massa telah  mengumpulkan tanda tangan dari berbagai pihak, pa Aan berjanji akan segera merapatkan disekda, tapi kenyataanya tidak ada,”ujarnya. karena adanya los-los liar itu, pasar mengalami kebanjiran pada saat turun hujan, dan lalu lintas didalam pasar menjadi mecet, oleh karena itu kami bergabung dengan aliansi masyarakat tegal gubug dan forum amahasiswa suropati, menyatakan sikap dan  berharap agar segera dibongkar  los yang tak berijin,”ujarnya.
Di ungkapkan lagi oleh salah seorang peserta aksi, yasin atau yang kerap disapa doyok dalam orasinya dia menyatakan rasa kecewanya juga terhadap dinas terkait yang sangat bertele-tele dan saling lempar antara satpol pp dan DCKRT terkait masalah pembongkaran los-los yang berada dipasar sandang tegalgubug, apakah ini adanya aliran dana gayus-gayus pasar tegalgubug, sehingga petugas  tidak berani untuk menempuh mekanisme yang secara procedural dengan berbagai intansi di sekda, dan memberikan keputusan kepada stpol pp untuk  pembongkaran terhadap los-los yang tak berijin tersebut, jika tuntutan kami tidak segera diindahkan, maka kami akan berkemah didepan kantor DKCRT untuk terus menyeruakan kepentingan pembongkaran terhadap 40 los illegal tersebut, karena adanya los-los liar itu, pasar mengalami kebanjiran pada saat turun hujan, dan lalu lintas didalam pasar menjadi mecet, oleh karena itu kami bergabung dengan aliansi masyarakat tegal gubug dan forum amahasiswa suropati, menyatakan sikap dan  berharap agar segera dibongkar  los yang tak berijin ,”tegasnya.(Rohman/FC)

Seorang Kakek Menjambret Demi Anak



HARJAMUKTI, (FC). – Terhimpit masalah ekonomi seorang kakek terpaksa menjambret di pasar Harjamukti, Minggu (29/4), dan kini tengah meringkuk di tahanan polsek Seltim Kota Cirebon.
Sudir (50), merampas paksa dompet seorang ibu rumah tangga yang baru saja pulang berbelanja. Kejadian tersebut terjadi pada pukul 09.00 pagi saat pasar tengah ramai dipenuhi pengunjung yang sedang berbelanja.
Saksi mata yang bernama Ela pemilik kios sayuran menuturkan, ketika korban tengah berbelanja tiba-tiba menyadari bahwa dompetnya telah raib entah kemana.
Saksi yang kebetulan melihat kejadian tersebut memberitahukan kepada Darminah (45) kalau dirinya mencurigai dua orang yang tadi kebetulan ada di kiosnya.
“Saya curiga terhadap dua orang yang sedari tadi menawar sembako di kios, setelah tahu Ibu Darminah kehilangan dompet, akhirnya dia mengejar kedua orang tadi,” ujarnya.
Korban akhirnya mengejar pelaku dan berhasil mencegah kaburnya Sudir, dirinya mendapati dompet maupun handphone miliknya ada di tangan tersangka setelah menggeledahnya di tempat kejadian namun seorang wanita yang diduga teman aksi kakek anak delapan itu berhasil kabur.
Warga Kepongpongan ini hanya mengalami kerugian materi, karena uang Rp. 550 ribu di dompetnya berhasil dibawa kabur oleh pelaku yang kini masih buron.
Kapolresta Cirebon, AKBP Asep Edi Suheri, melalui Kapolsek Seltim, AKP Sutisna menjelaskan, timnya masih melakukan pengejaran terhadap pasangan tersangka yang diduga adalah istrinya.
“Saat ini kami masih mencari keterangan tentang identitas dari pelaku yang berhasil kabur ini. Kami himbau untuk seluruh masyarakat agar tidak menggunakan atau membawa barang yang berharga secara berlebihan. Mengingat maraknya aksi penjambretan,” katanya pada Fajar Cirebon saat ditemui diruangannya, Rabu (2/5).
Menurut pengakuan tersangka, dirinya melakukan aksi tersebut terpaksa karena harus menanggung biaya hidup kedelapan orang anaknya, diduga aksi ini ia lakukan tidak seorang diri.
“Saya melakukan ini untuk membiayai anak-anak, karena anak banyak kebutuhanpun semakin banyak pula, berhubung penghasilan sebagai buruh tani tidak mencukupi mau tidak mau ya harus begini,” akunya saat dimintai keterangan oleh Fajar. (Rohman/job)

Kejari Kehilangan Taring



KEJAKSAN, (FC). – Merasa kecewa dengan kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) puluhan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan perwakilan mahasiswa, Kamis (26/4), menyambangi kantor Kejari Cirebon di jalan Wahidin.
Cirebon Corruption Watch (CCW), Forum Cirebon Rempuk (FCR), The Institute Human Rate, dan masih banyak lagi serta mahasiswa dari perguruan tinggi di Cirebon bersatu untuk menegakkan supermasi hukum di Cirebon yang dianggap sudah tidak lagi obyektif. Mereka semua merasa prihatin dengan penegakkan hukum di Indonesia, khususnya kota tempat mereka tinggal ini yang terkesan melindungi para penguasa dan tidak lagi melihat kebenaran.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mendatangi kantor yang mengurusi permasalahan hukum ini. Mereka menuntut adanya kejelasan terhadap proses hukum kasus-kasus korupsi atau pidan lainnya seperti kasus Rumah Sakit Gunung Jati ataupun Bank Pasar yang kini belum jelas kemana arahnya.
Ketua FCR Ikhwan Malik yang melontarkan rasa kecewanya menyatakan, Kejari kini sudah tidak becus menangani permasalahan hukum di kota ini, jika memang tidak mampu mengemban tugas ini dirinya mengusulkan agar PLT Kejari yang kini menjabat mengundurkan diri.
“Tolong lah jangan permalukan kota ini, kalau bisa ya ubahlah predikat Cirebon sebagai kota terkorup kedua di Indonesia, mari kita perjuangkan nasib-nasib orang yang menjadi korban dari kejahatan koruptor,” ujarnya saat orasi didepan kantor kejari.
Anggota CCW Ahmad Subur Karsa menjelaskan, seharusnya Clear Government dan Good Government ini bisa diterapkan sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan oleh pemangku jabatan yang tidak bertanggungjawab.
“Saya masih merasa janggal masalah kebijakan yang Bapak Walikota buat tentang perkreditan yang ternyata justru ia sendiri melanggarnya, ada apa sebenarnya dengan Kejaksaan Negeri yang tidak bisa menindak tegas hal tersebut,” katanya. (Rohman)

Sabtu, 31 Maret 2012

HMI Turun Kembali Tolak Kenaikan BBM


CIREBON, (FC) - Ratusan Mahasiswa Yang Mengatas Namakan Organisasi, HMI  kembali turun kejalan menggelar aksi Untuk Menindak Lanjuti Demo Penolakan  Kenaikan harga BBM yang ditetapkan oleh pemerintah.(29/3)
Organisasi Berorasi Di Depan Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan  Berangkat Konvoi Dari Jalan Perjuangan Hingga  Lampu Merah Pemuda,  Dari Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Memblokir Jalan Dan Membakar  Ban,  Akibatnya Jalanan Menjadi Macet Dan Semrawut hingga Tidak Terkontrol Alur Lalulintasnya.
Tandas seorang Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Selaku Korlap dari organisasi Himpunan Mahasisa Islam (HMI) Wawan HermawanMengutarakan kepada wartawan fajar Cirebon menurutnya kenaikan BBM itu jelas sangat meresahkan masyarakat kalangan paling bawah, kebijakan pemerintah yang cukup bulat untuk menaikan harga BBM bersubsidi dari harga( 4500) rupiah hingga menjadi 6000 ribu rupiah ini akan menjadi pukulan jantung  bagi masyarakat masyarakat miskin. dengan demikian, jelaslah  ini  merupakan suatu kebijakan pemerintah yang tidak berdasarkan kepentingan rakyat, pemerintah hanya memikirkan bagaimana cara menstabilkan APBN bukan semata mata memikirkan kesejahteraan rakyat.
sementara massa yang berjumlah ratusan dari himpunan mahasiswa islam, berorasi untuk menyuarakan aspirasi aspirasi rakyat yang dirasakan rakyat kecil, seperti yang tercantum pada uud pasal 33 nomor 3.
dalam aksiini, masa dari kalangan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Cirebon berharap kepada pemerintah agar lebih memperhatikan perekonomian masyarakat dan tidak sewenang wenang dalam memberikan kebijakan dengan mengatasnamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat.(rohman/job)