Selasa, 28 Agustus 2012

mentri BUMN ikuta membersihkan WC

detik.com
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan bertolak ke Surabaya sore ini memakai pesawat yang akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelum berangkat, mantan Direktur Utama PLN ini sempat-sempatnya ikut membersihkan kamar kecil di Terminal 2 F. Hal itu dilakukan Dahlan sebelum berangkat ke Surabaya memakai penerbangan pukul 14.59 WIB.

"Ada acara di Surabaya mas. Nanti malam langsung kembali ke Jakarta," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Faisal Halimi kepada detikFinance, Selasa (28/8/2012).

Awalnya, Dahlan hanya bersih-bersih sendirian. Namun, petugas kebersihan setempat sempat melihat aksi Dahlan dan akhirnya ikut membantu sang menteri perusahaan plat merah itu.

"Awalnya beliau sendiri karena lihat kotor. Terus petugas ikutan juga karena lihat menterinya yang bersihkan," tambah Faisal.

Kata Faisal, Dahlan juga sempat marah gara-gara melihat lantai yang kotor tersebut. "Enggak ada gunanya petugas jemput saya kalau lantai dan bandaranya jorok," kata Faisal menirukan Dahlan.

Dalam foto yang didapat detikFinance, Dahlan yang menggunakan kemeja putih dan celana hitam itu terlihat membungkuk membersihkan lantai WC. Dua petugas kebersihan juga tampak membantu Dahlan.(men/dtk.com)
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan bertolak ke Surabaya sore ini memakai pesawat yang akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelum berangkat, mantan Direktur Utama PLN ini sempat-sempatnya ikut membersihkan kamar kecil di Terminal 2 F. Hal itu dilakukan Dahlan sebelum berangkat ke Surabaya memakai penerbangan pukul 14.59 WIB.

"Ada acara di Surabaya mas. Nanti malam langsung kembali ke Jakarta," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Faisal Halimi kepada detikFinance, Selasa (28/8/2012).

Awalnya, Dahlan hanya bersih-bersih sendirian. Namun, petugas kebersihan setempat sempat melihat aksi Dahlan dan akhirnya ikut membantu sang menteri perusahaan plat merah itu.

"Awalnya beliau sendiri karena lihat kotor. Terus petugas ikutan juga karena lihat menterinya yang bersihkan," tambah Faisal.

Kata Faisal, Dahlan juga sempat marah gara-gara melihat lantai yang kotor tersebut. "Enggak ada gunanya petugas jemput saya kalau lantai dan bandaranya jorok," kata Faisal menirukan Dahlan.

Dalam foto yang didapat detikFinance, Dahlan yang menggunakan kemeja putih dan celana hitam itu terlihat membungkuk membersihkan lantai WC. Dua petugas kebersihan juga tampak membantu Dahlan.(men/dtk.com)
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan bertolak ke Surabaya sore ini memakai pesawat yang akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelum berangkat, mantan Direktur Utama PLN ini sempat-sempatnya ikut membersihkan kamar kecil di Terminal 2 F. Hal itu dilakukan Dahlan sebelum berangkat ke Surabaya memakai penerbangan pukul 14.59 WIB.

"Ada acara di Surabaya mas. Nanti malam langsung kembali ke Jakarta," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Faisal Halimi kepada detikFinance, Selasa (28/8/2012).

Awalnya, Dahlan hanya bersih-bersih sendirian. Namun, petugas kebersihan setempat sempat melihat aksi Dahlan dan akhirnya ikut membantu sang menteri perusahaan plat merah itu.

"Awalnya beliau sendiri karena lihat kotor. Terus petugas ikutan juga karena lihat menterinya yang bersihkan," tambah Faisal.

Kata Faisal, Dahlan juga sempat marah gara-gara melihat lantai yang kotor tersebut. "Enggak ada gunanya petugas jemput saya kalau lantai dan bandaranya jorok," kata Faisal menirukan Dahlan.

Dalam foto yang didapat detikFinance, Dahlan yang menggunakan kemeja putih dan celana hitam itu terlihat membungkuk membersihkan lantai WC. Dua petugas kebersihan juga tampak membantu Dahlan.

Akun Facebook milik sultan kanoman XIV di bajak


Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat
LEMAHWUNGKUK,  Akun di jejaring sosial Facebook milik Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon dibajak orang yang tidak bertanggung jawab.
Sultan Arief menuturkan akun Facebook miliknya dengan nama ARIEF NATADININGRAT terus memperbaharui status di dinding akun. “Ini terjadi kedua kalinya,” ungkapnya, Selasa (28/8).
Yang pertama dibajak, jelas Arief, akun FB keraton Kasepuhan Cirebon. Pembajak mengambil alih dan mengendalikan akun tersebut, dengan memanfaatkan akun chating, dan menchating setiap pertemanan yang online dan meminta pulsa dengan atas nama akun keraton kasepuhan.
Pihaknya berusaha mengembali akun FB keraton Kasepuhan Cirebon dan akhirnya bisa dinonaktifkan akun tersebut.
“Sekarang dengan modus yang sama masuk ke akun FB arief natadiningrat,” paparnya.
Padahal kata Arief, pasword dan lain-lain sudah kami persulit, agar tidak dapat dibajak, ternyata bobol juga. Pihaknya menghimbau agar para pembobol untuk tidak menyalahgunakan akun orang lain untuk kepentingannya sendiri. Karena merugikan dan memalukan pihaknya.
“Bagi pemilik akun Facebook yang telah berteman dengan akun dengan nama ARIEF NATADININGRAT diharapkan tidak dilayani, karena sudah tidak terkendali,” katanya.
Terkait dengan hal tersebut, dirinya juga telah melakukan pemberitahuan terkait pembajakan akun Facebook miliknya melalui status privat message (PM) blackberry, agar yang telah menjalin pertemanan dengannya di jejaring sosial Facebook tidak terkecoh.
Saat ditanyakan lebih jauh mengenai langkah apa yang akan dilakukan menindaklanjuti pembajakan yang menimpa dirinya, pihaknya enggan berkomentar lebih lanjut. (Rohman)

curanmor di amuk massa hingga babak belur


PLERED- Andriyanto alias Bujal alias Boled (26) berurusan dengan polisi, Jumat (24/8). Warga Desa Trusmi Kulon, Blok Kebon Asem, RT 16 RW 04, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, ini diamuk massa setelah kepergok membawa kabur motor Yamaha Vega ZR nopol E 2150 LV. Motor itu diketahui milik Jaedin (49), seorang PNS warga Desa Wotgali, Blok Pekupatan, Kecamatan Plered.
Data yang dihimpun , sekitar pukul 05.30 korban memarkir motornya di pinggir jalan Desa Trusmi Kulon, Blok Kebon Asem. Rupanya korban lupa, saat memarkirkan sepeda motornya kunci masih menggantung di stang.
Tersangka yang saat itu sedang berjalan kaki seorang diri melihat motor dengan masih kunci menempel. Dengan mudah dia membawa kabur motor tersebut. Korban yang mengetahui motornya dicuri, langsung berteriak meminta pertolongan warga.
Pengejaran pun dilakukan. Belum jauh dari TKP, tersangka berhasil ditangkap. Kesal dengan ulah sang residivis ini, warga langsung mengeroyoknya hingga bonyok dan nyaris tewas. Beruntung nyawa tersangka dapat diselamatkan oleh petugas Polsek Plered yang tiba di lokasi kejadian. Beserta barang buktinya, tersangka yang wajahnya sudah babak belur itu kemudian digelandang ke Mapolsek Plered guna menjalani pemeriksaan.
Ditemui wartawan di Mapolsek Plered, tersangka mengaku tidak menyesali perbuatannya dan senang masuk penjara. “Karena sudah pernah masuk penjara, makanya saya nggak menyesal. Masih untung masuk penjara daripada mati diekroyok orang,” jawabnya enteng. Tersangka juga mengaku sudah melakukan beberapa kali aksi pencurian di Kabupaten Cirebon.
“Waktu itu saya pernah berhasil mencuri sepeda motor Honda Supra X di daerah Watubelah dan saya jual ke teman. Tapi waktu mencuri tabung gas, saya pernah ditangkap Polsek Sumber, tapi dipenjara cuma dua hari karena sudah damai sama polisinya,” katanya.
Kapolres Cirebon AKBP H Hero Henrianto Bachtiar SIK MSi melalui Kapolsek Plered AKP H Tutu Mulyana SH mengatakan bahwa tersangka merupakan pemain lama dalam kasus pencurian sepeda motor. “Untung saja saat kejadian anggota datang ke lokasi dengan cepat, kalau tidak bisa tewas di tangan warga. Dia akan dijerat dengan pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan,” ungkapnya.(rohman) 

si jago merah ludeskan 2 Bengkel dan 1 warung bubur


PANGENAN – Dua bengkel dan satu warung bubur di Desa Rawaurip blok Manis RT 03 RW01, Kecamatan Pangenan, terbakar, Senin (27/8). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 itu. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Keterangan dihimpun Radar, awalnya Dori (47) tukang becak warga setempat melihat api dari sebuah bengkel las milik Wagini (38) yang sedang tutup. Karena tiupan angin cukup kencang, api makin membesar lalu membakar warung bubur milik Siti Fatimah dan bengkel motor milik Samsuri (45) yang terbuat dari bilik.
Warga berusaha memadamkan dengan alat seadanya. Namun, karena api cukup besar, usaha tersebut sia-sia. Api berhasil dipadamkan dua jam kemudian setelah satu unit mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon tiba di lokasi kejadian.
Petugas dari Polsek Pangenan dipimpin langsung Kapolsek AKP Jufrini segera memasang garis polisi di guna melakukan olah TKP mencari penyebab pasti kebakaran.
Menurut Jufrini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Karena sumber api berasal dari bawah, bukan dari atap. Kalau dari atap bisa diduga akibat arus pendek. “Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi, termasuk pemilik bangunan yang terbakar,” jelasnya.(Rohman)

Kamis, 12 Juli 2012

Sembilan Sindikat Ganja Digulung Polisi


SUMBER – Sindikat pengedar ganja digulung Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon dengan menangkap 9 tersangka. Kesembilan tersangka tersebut ditangkap polisi di tempat dan waktu yang berbeda.
Pertama, tersangka yang ditangkap adalah Misnen (34) warga Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon yang berperan sebagai pengedar dan Yadi Suryadi (30) warga Blok Karangmulya, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon sebagai bandar. Dari tangan tersangka, polisi menyita daun ganja kering siap edar sebanyak 2 kg.
Terbongkarnya kasus ini berawal dari penangkapan tersangka Misnen di Jl Raya Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (08/6). Saat digeledah, dari saku celananya, polisi menemukan paket kecil berisi enam linting ganja siap pakai. Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku barang diperoleh dari tersangka Yadi Suryadi. Dari penangkapan tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan.
Polisi seketika itu pula mendatangi dan menggerebek rumah tersangka Yadi Suryadi di Blok Karangmulya, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Tanpa perlawanan, polisi berhasil menangkap tersangka Yadi. Saat rumah tersangka digeledah, petugas berhasil mengamankan sebanyak 2 kg ganja kering yang dikemas dalam satu paket besar, 6 paket sedang dan 10 paket kecil. Beserta barang buktinya, tersangka digelandang ke Mapolres Cirebon.
Kepada kami, tersangka Yadi mengaku ganja tersebut dia peroleh dari temannya di Jakarta bernama Gomes. Paket ganja tersebut kemudian dikirim lewat kurir dan dia ambil di Terminal Harjamukti, Kota Cirebon. “Barang tersebut saya dapat dari teman kerja saya waktu di Jakarta dulu. Awalnya saya pesan satu garis, kemudian satu batu dan terakhir saya pesan dua batu,” ujarnya.
Selain tersangka Yadi dan Misnen, di tempat terpisah polisi juga menggulung kelompok sindikat ganja lainnya yakni Alex (20), Rahmat Hidayat (20) dan Dodi (20) keduanya warga Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon dan Susanto (32) warga Desa Bojong Wetan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.
Keempat orang tersebut ditangkap Kamis (07/6) yang berawal dari penangkapan tersangka Alex oleh polisi di depan Toserba Griya Jamblang, Kabupaten Cirebon. Dari tersangka Alex polisi menyita 1 paket ganja kering senilai Rp700 ribu di saku celana jeans tersangka. Dari situlah, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka lainnya.
Kelompok lainnya yang juga berhasil digulung yakni Edi Hidayat(36), Nandi(30) dan Zul Kifli(27) yang kesemuanya tercatat sebagai warga Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Minggu (10/6). Awalnya, polisi menangkap tersangka Edi Hidayat di depan Hotel Patapan, Jl Raya Gronggong, Kabupaten Cirebon. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 1 amplop paket hemat seharga Rp100 ribu. Dari pengakuan tersangka, barang tersebut diperoleh dari tersangka Nandi. Berdasarkan keterangan tersebut polisi dengan cepat menangkap Nandi di rumahnya. Bagaikan gayung bersambut, tersangka Nandi mengaku kalau barang tersebut milik tersangka Zulkifli.
Tanpa waktu lama, Zulkufli juga berhasil ditangkap. Saat diperiksa, Zulkifli mengaku membeli dan mendapatkan barang haram tersebut dari seorang narapidana penghuni Rutan Kuningan bernama Rizal. Guna proses hukum lebih lanjut, kesembilan sindikat pengedar ganja yang digulung Satuan Narkoba Polres Cirebon kini meringkuk di ruang tahanan Mapolres Cirebon.
Kapolres Cirebon AKBP Hero Henrianto Bachtiar SIK MSi melalui Kasat Narkoba AKP Hartono didampingi KBO Narkoba Aiptu Jarir mengatakan kepada kami di ruanganya, kamis (12/7). Bahwa pengungkapan dan penangkapan terhadap sindikat peredaran ganja kering tersebut hasil kerja keras anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon dilapangan. “Kami terus bertekad untuk memerangi dan memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Cirebon. Mereka yang kami tangkap ini disinyalir merupakan jaringan besar peredaran narkoba di Kabupaten Cirebon. Dan mereka merupakan target operasi kami selama ini,” jelas Hartono. (Rohman)